
Di antara ratusan stan yang memamerkan teknologi keamanan mutakhir di Milipol Paris 2025, satu nama dari Asia Tenggara berhasil mencuri perhatian: KOMINA. Perusahaan asal Indonesia ini membawa simulator VR tempur berbasis senjata airsoft yang membuat para profesional pertahanan Eropa berdecak kagum.
Hal pertama yang langsung terasa berbeda adalah perangkat keras yang digunakan. Alih-alih memakai kontroler plastik ringan seperti kebanyakan sistem VR konsumer, KOMINA menyediakan replika senjata airsoft yang telah dimodifikasi secara elektronik. Bobot, keseimbangan, tarikan pelatuk, hingga efek rekoil terasa sangat mirip dengan senjata sungguhan. Seorang perwira militer Prancis yang mencoba beberapa skenario selama hampir dua puluh menit mengatakan bahwa pengalaman tersebut adalah hal terdekat dengan latihan tembak sungguhan yang pernah ia rasakan tanpa harus menembakkan peluru nyata.
Dari sisi visual, KOMINA juga tidak main-main. Lingkungan simulasi—mulai dari lobi hotel hingga zona pertempuran perkotaan—ditampilkan dengan kualitas fotorealistik yang membuat banyak pengunjung terperangah. Nuno, seorang petugas kepolisian dari Portugal, mengaku sempat lupa bahwa dirinya sedang memakai headset VR saat menjalani skenario pertahanan lobi hotel. Pencahayaan, bayangan, dan efek pecahan kaca terasa begitu nyata hingga naluri profesionalnya bereaksi seperti menghadapi situasi sebenarnya.
Namun yang benar-benar membedakan KOMINA dari permainan VR biasa adalah lapisan analitik datanya. Setiap sesi latihan menghasilkan After Action Report yang mencatat waktu reaksi dalam milidetik, akurasi tembakan pada area target, ketepatan keputusan tembak-atau-tidak-tembak, serta pola pergerakan mata yang menunjukkan apakah peserta memindai lingkungan secara menyeluruh atau justru terpaku pada satu titik ancaman. Data objektif ini menggantikan penilaian subjektif instruktur dengan metrik yang terukur dan dapat diulang.
Dari segi efisiensi biaya, keunggulan simulator ini sulit dibantah. Biaya amunisi terus naik, waktu penggunaan lapangan tembak terbatas, dan mustahil melatih respons terhadap serangan teroris di ruang publik menggunakan peluru tajam. Simulator KOMINA menghapus semua kendala tersebut, memungkinkan satuan untuk berlatih berulang kali dalam skenario berisiko tinggi tanpa konsekuensi nyata.
Setelah membangun reputasi solid di kalangan militer dan kepolisian Indonesia, KOMINA kini mengincar pasar global. Respons hangat di Milipol Paris—ditandai dengan sejumlah pertemuan lanjutan dan diskusi program uji coba dari delegasi Eropa—menunjukkan bahwa langkah tersebut berjalan sesuai rencana. Dengan pengembangan pustaka skenario, mode latihan kooperatif multipemain, dan integrasi peralatan taktis nyata yang dikabarkan sedang disiapkan, KOMINA tampaknya baru saja memulai babak baru dalam perjalanan internasionalnya.
Contact KOMINA / PT Virtu Digital Kusuma
Web: www.komina.co
Call/WA: +62 812 9696 7887
Email: [email protected]