
Kabel listrik yang tertanam di dinding sering dianggap awet tanpa batas. Pada kenyataannya, kabel punya umur pemakaian. Pembungkusnya dari plastik yang bisa menua karena panas, udara lembap, dan waktu. Umurnya sangat bergantung pada mutu kabel, beban listrik yang dilewatkan, dan kondisi tempat ia dipasang, sehingga tidak ada angka pasti yang berlaku untuk semua rumah. Yang bisa dilakukan adalah mengenali tanda-tanda bahwa kabel perlu diperiksa.
Tanda yang bisa dilihat
Tanda pertama adalah pembungkus yang berubah. Pembungkus kabel yang sehat bersifat lentur dan warnanya merata. Jika bagian yang terlihat, misalnya di sekitar stop kontak atau saklar, tampak menguning, menghitam, retak, atau mengeras seperti kerupuk, itu menandakan plastiknya sudah menua atau pernah terkena panas berlebih.
Tanda kedua adalah bekas hangus di sekitar stop kontak atau saklar. Bercak cokelat atau hitam menunjukkan pernah ada panas yang tinggi di titik itu. Penyebabnya bisa kabel, tetapi bisa juga sambungan yang longgar atau stop kontaknya sendiri. Apa pun penyebabnya, area itu perlu diperiksa teknisi.
Tanda ketiga adalah kabel yang terkelupas hingga logam di dalamnya terlihat. Ini umum terjadi pada kabel alat yang sering terinjak, terjepit pintu, atau digigit hewan pengerat. Kabel yang logamnya terbuka berbahaya karena bisa menyengat atau menimbulkan percikan.
Tanda yang dirasakan
Tidak semua tanda bisa dilihat. Cobalah meraba bagian luar stop kontak, colokan, dan kabel alat setelah dipakai beberapa lama. Hangat ringan masih dianggap wajar. Namun bila terasa panas sampai tidak nyaman disentuh, ada masalah yang perlu dicari penyebabnya. Penyebab yang umum adalah kabel yang terlalu tipis untuk alatnya, sambungan longgar, atau stop kontak yang sudah aus.
Bau juga merupakan petunjuk. Bau seperti plastik terbakar atau bau gosong yang muncul saat alat dinyalakan harus ditanggapi serius. Matikan listrik pada jalur itu dan jangan dinyalakan kembali sebelum diperiksa.
Tanda lainnya adalah lampu yang berkedip-kedip tanpa sebab yang jelas, alat yang mati-hidup sendiri, atau pengaman di kotak listrik yang sering turun pada jalur yang sama. Gejala ini bisa berasal dari sambungan yang longgar atau kabel yang rusak di bagian dalam.
Kabel yang sering ditekuk
Kabel yang menempel pada alat rumah tangga, seperti setrika, kipas, atau pengisi daya, bekerja lebih berat daripada kabel di dinding. Ia ditekuk, ditarik, dan digulung berulang kali. Logam di dalamnya bisa patah sebagian tanpa terlihat dari luar. Tandanya, alat hanya menyala jika kabel diposisikan tertentu, atau bagian dekat colokan terasa lebih panas. Kabel seperti ini sebaiknya segera diganti, bukan diperbaiki dengan lakban.
Apa yang dilakukan setelah menemukan tanda
Pertama, hentikan pemakaian alat atau jalur yang bermasalah. Kedua, cabut colokan atau matikan pengaman pada jalur itu. Ketiga, jangan menyentuh bagian yang terbuka dengan tangan basah atau saat berdiri di lantai basah. Keempat, panggil teknisi listrik yang berpengalaman untuk memeriksa. Kabel yang tertanam di dinding tidak sebaiknya diperbaiki sendiri dengan sambungan seadanya.
Saat penggantian, minta teknisi memeriksa seluruh jalur, bukan hanya bagian yang tampak rusak. Kerusakan di satu titik kadang berasal dari masalah di tempat lain, misalnya jalur yang terlalu banyak dibebani. Mengganti kabel tanpa mencari penyebabnya bisa membuat masalah yang sama muncul kembali.
Cara memperlambat penuaan kabel
Beberapa kebiasaan membantu kabel bertahan lebih lama. Jangan membebani satu jalur dengan terlalu banyak alat berdaya besar sekaligus. Hindari menumpuk colokan cabang. Jauhkan kabel dari panas, seperti knalpot, tungku, atau pemanas. Lindungi kabel dari hewan pengerat dengan menutup celah masuk. Dan periksa kondisi stop kontak serta kabel alat sesekali, misalnya saat membersihkan rumah.
Pemeriksaan yang bisa dijadwalkan
Cara termudah agar tanda-tanda tadi tidak terlewat adalah menjadikannya kebiasaan. Misalnya, setiap kali membersihkan rumah, luangkan beberapa menit untuk melihat stop kontak, saklar, dan kabel alat yang tampak. Perhatikan perubahan warna, retak, atau bagian yang terasa hangat. Untuk rumah yang sudah berusia lama atau yang sering menambah alat listrik, minta teknisi memeriksa seluruh instalasi dalam jangka waktu tertentu. Seberapa sering sebaiknya dilakukan bergantung pada usia bangunan dan pemakaiannya, jadi tanyakan kepada teknisi yang memeriksa rumah Anda.
Kesimpulan
Kabel menua secara perlahan, dan tandanya biasanya muncul lebih dulu: pembungkus berubah warna atau retak, bekas hangus, bagian yang panas, bau gosong, atau alat yang tidak stabil. Tanda-tanda itu tidak perlu ditunggu sampai menjadi gangguan besar.
Kitani, merek kabel dari PT Sutanto ArifChandra Elektronik yang menurut situsnya berdiri sejak 1990, menyediakan berbagai pilihan kabel listrik dan kabel audio video. Informasi produknya dapat dilihat di https://kitani.co.id/.

