HomeGaya HidupTurunkan standar hidup Anda untuk menghindari hutang

Siapa yang ingin mempunyai hutang? Tentu saja, tidak ada seorang pun yang mau berhutang kecuali mereka benar-benar terjepit.

Apakah ada orang yang suka berhutang, patut ditanyakan. Apakah itu hobi atau sudah menjadi kebiasaan?

Jadi ini cerita tentang seorang sahabat dimana dia mempunyai seorang sahabat, sebut saja dia Jackie, yang kondisi keuangannya bisa dikatakan lebih besar dari tongkat, yaitu pengeluaran lebih tinggi dari pendapatan.

Jackie adalah seorang pria yang bekerja dengan upah minimum, namun karena alasan tertentu gaya hidupnya tidak sesuai dengan gaji yang diterimanya.

Hobinya adalah modifikasi sepeda motor menyebabkan Jackie sering membuat gerakan (gesek uang tunai) dengan kartu kredit untuk mendapatkan dana segar untuk membeli suku cadang yang Anda inginkan.

Setelah melajang, Jackie menikah dan memiliki anak. Sekali lagi, Jackie dan keluarganya tak bisa mengencangkan ikat pinggang untuk melepaskan diri dari perbudakan utang.

Sang anak gugup karena kepanasan, Jackie langsung tancap gas dan membelikan alat pendingin ruangan (AC) untuk menenangkan anaknya. Meski harus mencicil, Jackie nekat membeli AC tersebut.

Ya, saya memahami bahwa orang tua akan melakukan segala daya dan upayanya untuk membuat anak-anaknya bahagia. Namun jika merasa terpaksa secara finansial, Anda bisa menggunakan cara lain sebagai solusi agar anak tidak kepanasan.

Mendengar cerita temanku tentang Jackie, aku menggelengkan kepala dalam hati. Saya belum pernah bertemu Jackie, tapi saya bisa membayangkan betapa hedonisnya dia cara hidup Jackie.

Belum lagi, teman saya bercerita bahwa Jackie dan istrinya menggunakan ponsel yang serinya cukup mahal, dan Jackie masih belum bisa melepaskan hobi modifikasi sepeda motornya bahkan sudah memiliki anak. Meski harga susu bayi tidak murah ya!

Related Post

Scroll to Top